Menu

Mode Gelap

Nasional · 18 Jul 2025

Kementerian ATR/BPN Gandeng Tiga Universitas Dukung Tata Ruang Berkelanjutan di Sumatra


					Direktur Jenderal Tata Ruang Kementerian ATR/BPN, Suyus Windayana (tengah), berfoto bersama perwakilan Universitas Riau, Universitas Andalas, dan Universitas Jambi usai penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Proyek RIMBA Swakelola Tipe II di Gedung Ditjen Tata Ruang, Jakarta, Selasa (15/07/25). FOTO: istimewa Perbesar

Direktur Jenderal Tata Ruang Kementerian ATR/BPN, Suyus Windayana (tengah), berfoto bersama perwakilan Universitas Riau, Universitas Andalas, dan Universitas Jambi usai penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Proyek RIMBA Swakelola Tipe II di Gedung Ditjen Tata Ruang, Jakarta, Selasa (15/07/25). FOTO: istimewa

,netiz.id — Dalam upaya memperkuat tata kelola ruang yang berkelanjutan di wilayah Sumatra, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/) melalui Direktorat Jenderal Tata Ruang menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Proyek RIMBA Swakelola Tipe II dengan tiga perguruan tinggi, yakni Universitas , Universitas Andalas, dan Universitas Jambi.

Penandatanganan berlangsung di Ruang Bromo, Gedung Direktorat Jenderal Tata Ruang, Jakarta, Selasa (15/07/25), disaksikan langsung oleh Tata Ruang, Suyus Windayana. Dalam sambutannya, Suyus menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga ekosistem dan wilayah masyarakat hukum adat yang berada di koridor ekologis Riau, Jambi, dan Sumatra Barat.

“Kita harus memastikan wilayah masyarakat hukum adat terlindungi secara legal dan masuk dalam perencanaan tata ruang. Ini bagian dari kita menjaga harmoni antara dan ,” tegasnya.

Proyek RIMBA merupakan inisiatif strategis yang bertujuan melestarikan keanekaragaman hayati serta mendorong pemanfaatan ruang secara berkelanjutan di tiga provinsi prioritas tersebut. ini juga menjadi bentuk sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam menjaga konektivitas ekologis dan keberlanjutan fungsi kawasan.

Kerja sama ini mencakup tiga fokus utama, yaitu: desain konektivitas dan jalur migrasi satwa, strategi pemulihan ekosistem gambut, serta fasilitasi perencanaan penggunaan secara partisipatif, termasuk penyelesaian terhadap permukiman tanpa izin.

Direktur Perencanaan Tata Ruang, Nuki Harniati, yang turut hadir dalam kegiatan itu, menyampaikan harapan agar hasil kerja sama ini mampu memberikan rekomendasi kebijakan yang aplikatif dan solutif.

“Kami sangat menghargai peran serta dari dunia akademik. Semoga kolaborasi ini memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan tata ruang yang berkelanjutan,” ujarnya.

Penandatanganan PKS dilakukan oleh perwakilan dari masing-masing perguruan tinggi dan Ditjen Tata Ruang, serta disaksikan jajaran pejabat di lingkungan Kementerian , termasuk Direktur Pengaturan Tanah Komunal, Iskandar Syah, dan Sekretaris Ditjen Tata Ruang, Reny Windyawati. (KB/*)

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Menteri Nusron Wahid: 2026 Tak Boleh Ada Lagi Berkas Pertanahan Menumpuk

15 Januari 2026 - 06:30

nusron Wahid

Wamen ATR/BPN Tekankan Kekompakan Internal untuk Tingkatkan Pelayanan Pertanahan

15 Januari 2026 - 06:19

Wamen Ossy Dermawan

Sekjen ATR/BPN Tekankan Pentingnya Penyelarasan Kompetensi SDM

14 Januari 2026 - 19:24

ATR BPN RI

Wamen ATR/BPN: Sekolah Rakyat Bukti Negara Hadir untuk Anak Indonesia

14 Januari 2026 - 05:42

Wamen Ossy Dermawan

328 Ribu Hektare Lahan Swasembada di Papua Selatan Kantongi SK ATR/BPN

14 Januari 2026 - 05:36

Nusron Wahid

80 Persen Tanah Terdaftar, ATR/BPN Perkuat Pengawasan PPAT Lewat Pelantikan MPPP dan MPPW

13 Januari 2026 - 10:07

ATR BPN RI
Trending di Nasional