Rabu, 22 April 2026
Daerah  

Warga Lalundu Harap Jalan Layak, Takwin Siap Bawa Aspirasi ke Pemprov Sulteng

Takwin
Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Takwin, saat melaksanakan kegiatan reses dan penjaringan aspirasi masyarakat di Desa Lalundu, Kecamatan Rio Pakava, Kabupaten Donggala, Rabu (11/02/26). FOTO: Bayu

DONGGALA,netiz.id — Warga Desa Lalundu, Kecamatan Rio Pakava, Kabupaten Donggala, berharap adanya perbaikan infrastruktur jalan yang selama ini dinilai belum layak dan menyulitkan aktivitas masyarakat.

Harapan tersebut disampaikan saat Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah periode 2024–2029, Takwin, melaksanakan kegiatan penjaringan aspirasi masyarakat (reses) Masa Persidangan II Tahun Kedua Tahun Anggaran 2026, Kamis (12/02/26).

Desa Lalundu diketahui merupakan bagian dari Kabupaten Donggala yang secara geografis terpisah dan memiliki akses cukup sulit. Untuk menuju wilayah tersebut, masyarakat harus melewati wilayah Pasangkayu, Sulawesi Barat. Kondisi jalan yang masih rusak dan sulit dilalui membuat aktivitas sosial, pendidikan, hingga perekonomian warga belum berjalan maksimal.

Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan sejumlah aspirasi, di antaranya perbaikan jalan poros utama, peningkatan jalan lingkungan dan jalan kantong produksi, penyediaan sarana dan prasarana olahraga, perbaikan rumah ibadah, hingga bantuan satu unit ambulans.

Menurut warga, akses jalan yang memadai menjadi kebutuhan mendesak karena berdampak langsung pada distribusi hasil pertanian serta mobilitas masyarakat, termasuk saat kondisi darurat kesehatan.

Menanggapi aspirasi tersebut, Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Sulteng itu menegaskan seluruh usulan masyarakat akan disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan dikawal secara serius.

“Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat Lalundu akan kami perjuangkan. Infrastruktur jalan menjadi prioritas karena menyangkut akses dan perekonomian warga,” ujar anggota Komisi III DPRD Sulteng tersebut.

Ia juga memastikan bahwa pada tahun ini akan diupayakan pembangunan akses jalan dari Kecamatan Rio Pakava yang lebih dekat menuju ibu kota Kabupaten Donggala, sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada jalur yang memutar melalui provinsi lain.

Kegiatan reses tersebut diharapkan menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah, sekaligus mendorong percepatan pembangunan di wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses. (KB/*)