PALU, NETIZ – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, menegaskan pentingnya peran perempuan dan Tim Penggerak PKK dalam mempercepat penurunan angka stunting di wilayah tersebut. Kontribusi perempuan dinilai sangat krusial dalam keberhasilan pembangunan sumber daya manusia, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat luas.
Pernyataan ini disampaikan saat pembukaan Sosialisasi Pencegahan Perkawinan Usia Anak, Pentingnya Akta Kelahiran Anak untuk Mencegah Stunting, serta Keluarga Taat Pajak. Acara tersebut berlangsung di Aula Bapenda Provinsi Sulawesi Tengah pada Rabu, 05 Agustus 2026.
Dalam sambutannya, Reny A. Lamadjido memberikan apresiasi tinggi kepada TP-PKK. Tim ini secara konsisten menjadi garda terdepan dalam mendukung beragam program kesehatan melalui para kader Posyandu yang aktif mendampingi masyarakat untuk pencegahan stunting.
“Tim Penggerak PKK adalah yang terbaik karena ujung tombak di lapangan adalah ibu-ibu PKK. Mereka setiap bulan turun langsung memantau tumbuh kembang anak. Perannya sangat luar biasa dalam mencegah stunting,” kata dr. Reny A. Lamadjido, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah.
Beliau juga menjelaskan bahwa stunting bukan merupakan penyakit, melainkan kondisi gagal tumbuh. Kondisi ini terjadi akibat kurang optimalnya pemenuhan gizi dan kesehatan anak sejak masa kandungan hingga mencapai usia dua tahun.
Oleh karena itu, Reny A. Lamadjido menekankan pentingnya pemberian tablet tambah darah kepada remaja putri, pemeriksaan kehamilan secara rutin, serta pemberian ASI eksklusif selama enam bulan. Aspek lain yang tak kalah penting adalah pemberian MPASI bergizi sebagai bagian dari strategi utama untuk percepatan penurunan angka stunting.
Selain fokus pada aspek kesehatan dan gizi, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah juga menyoroti pentingnya memperhatikan perkembangan motorik anak. Perkembangan motorik menjadi indikator tumbuh kembang yang optimal. Anak yang aktif bergerak dan respons motoriknya baik biasanya menunjukkan perkembangan yang sehat dan terhindar dari potensi stunting.
Di akhir kegiatan, dr. Reny A. Lamadjido mengajak seluruh pemerintah daerah, TP-PKK, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Beliau mendorong semua pihak untuk terus memperkuat kolaborasi dalam upaya penurunan angka stunting. Dengan sinergi yang kuat, target untuk menciptakan generasi Sulawesi Tengah yang sehat, unggul, dan bebas stunting diyakini dapat tercapai secara maksimal. (KB/*)





