SELAYAR, NETIZ – Tim SAR gabungan terus mengintensifkan upaya pencarian korban KM Nurul Salsa tenggelam di perairan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, hingga hari ketujuh operasi. Kapal motor yang mengangkut 78 orang tersebut mengalami musibah akibat mati mesin dan hantaman cuaca ekstrem pada Rabu 15/07.
Hingga saat ini, tercatat 59 penumpang dinyatakan selamat setelah berhasil dievakuasi oleh tim penyelamat dan nelayan setempat. Namun, otoritas terkait masih melakukan penyisiran intensif terhadap 18 orang lainnya yang belum ditemukan pasca insiden KM Nurul Salsa tenggelam di barat Pulau Polassi.
“Begitu menerima informasi terkait KM Nurul Salsa yang mengalami mati mesin di perairan Selayar, kami segera menggerakkan unsur SAR untuk melakukan pencarian dan evakuasi,” kata Muhammad Arif Anwar, Kepala Basarnas Makassar.
Selain mengakibatkan korban jiwa, peristiwa KM Nurul Salsa tenggelam ini juga menyebabkan kerugian materi yang cukup besar bagi para awak dan pemilik barang. Kapal tersebut diketahui membawa muatan 17 ton bahan pokok yang terdiri dari beras, kopra, dan arang, serta sejumlah kendaraan bermotor dan hewan ternak yang ikut karam ke dasar laut.
“Langsung dievakuasi dan diserahkan oleh tim SAR gabungan ke DVI. Korban ditemukan oleh nelayan di Pulau Bolo,” kata Andi Sultan, Kasi Operasi Basarnas Makassar, mengenai penemuan satu jenazah korban.
Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, menjelaskan bahwa jangkauan operasi kini mencakup enam sektor strategis guna memaksimalkan hasil di lapangan. Penggunaan pesawat Boeing 737-200 dari Lanud Hasanuddin juga dikerahkan untuk memantau titik koordinat KM Nurul Salsa tenggelam dari udara secara periodik.
“Luas area pencarian mencapai 1.980 nautical mile, dibagi ke enam sektor dengan melibatkan kapal perang dan pesawat,” kata Yudhi Bramantyo, Direktur Operasi Basarnas.
Di tengah suasana duka, kisah pengorbanan Kakek Umar (80) menjadi sorotan publik setelah dirinya memberikan pelampung terakhir kepada cucunya, Naura (13). Tindakan heroik tersebut dilakukan sesaat sebelum insiden tragis KM Nurul Salsa tenggelam merenggut keberadaannya di tengah gulungan ombak besar. (KB/*)





