PALU,netiz.id — Upaya meningkatkan kualitas demokrasi di tingkat daerah kembali ditegaskan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Pemprov Sulteng menggelar Sosialisasi Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) 2024 untuk wilayah Kota Palu, Senin (17/11/25), di Hotel Best Western Plus Coco Palu. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Fahrudin Yambas, mewakili Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid.
Dalam sambutannya, Fahrudin menyampaikan bahwa penguatan demokrasi tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Menurutnya, IDI bukan hanya angka statistik, tetapi gambaran nyata tentang bagaimana nilai demokrasi dipraktikkan di daerah.
“Demokrasi hanya dapat tumbuh jika dijaga bersama. Kolaborasi seluruh unsur adalah kunci,” tegasnya.
Sosialisasi ini menghadirkan tiga narasumber utama yang membedah kondisi demokrasi dari berbagai perspektif. Ir. Jefrie Wahido, M.Si dari Badan Pusat Statistik memaparkan hasil dan metodologi penyusunan IDI 2024. Sementara Dr. Timuddin Dg. M. Bauwo, M.Si, Statistisi Ahli Madya BPS Sulteng, menjelaskan dinamika demokrasi di Kota Palu berdasarkan temuan lapangan dan indikator pengukuran. Adapun Kasubdit 1 Intelkam Polda Sulteng, Syahrul Alamsyah, S.H., M.A.P., menekankan pentingnya stabilitas keamanan dan penegakan hukum sebagai penopang kebebasan sipil.
Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Kesbangpol dari seluruh kabupaten/kota, pejabat bidang politik, perwakilan partai politik di Kota Palu, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Kehadiran mahasiswa memberi warna tersendiri, sebab mereka disebut sebagai generasi penerus yang akan menentukan arah demokrasi di masa depan.
Acara yang dimulai sejak pukul 07.30 WITA tersebut ditutup dengan diskusi interaktif, di mana para peserta mengulas tantangan demokrasi di daerah serta merumuskan strategi perbaikan IDI untuk tahun mendatang.
Kesbangpol Sulteng berharap sosialisasi ini dapat memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dan menjadi pijakan bersama untuk meningkatkan kualitas demokrasi di Sulawesi Tengah. (KB/*)







