Sabtu, 8 Agustus 2026

KM Nurul Salsa Tenggelam di Selayar, 18 Korban Masih Terus Dicari

KM Nurul Salsa

SELAYAR, NETIZ – Tim gabungan terus melakukan pencarian terhadap 18 penumpang KM Nurul Salsa yang dinyatakan hilang setelah kapal tersebut tenggelam di perairan Kepulauan Selayar, . Kapal yang mengangkut total 78 orang tersebut mengalami mati mesin dan dihantam cuaca ekstrem pada Rabu (15/07) sekitar pukul 16.00 WITA.

Hingga memasuki hari ketujuh operasi, data mencatat sebanyak 59 orang berhasil selamat, satu orang meninggal dunia, dan sisanya masih dalam pencarian intensif. Kapal motor ini diketahui bertolak dengan muatan seberat 17 ton yang terdiri dari beras, kopra, dan arang, serta beberapa ekor ternak dan sepeda motor.

“Begitu menerima informasi terkait KM Nurul Salsa yang mengalami mati mesin di perairan Selayar, kami segera menggerakkan unsur SAR untuk melakukan pencarian dan evakuasi,” kata Muhammad Anwar, Kepala Basarnas Makassar.

Operasi pencarian kini telah diperluas hingga mencakup area seluas 1.980 mil laut yang terbagi ke dalam enam sektor. Basarnas juga mengerahkan berbagai armada canggih, mulai dari kapal perang TNI AL seperti KRI Marlin dan KRI Hiu, hingga pemantauan udara menggunakan pesawat Boeing 737-200 dari Lanud Hasanuddin.

“Luas area pencarian mencapai 1.980 nautical mile, dibagi ke enam sektor dengan melibatkan kapal perang dan pesawat,” kata Yudhi Bramantyo, Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI.

Kisah pilu juga mewarnai tragedi ini, di mana seorang kakek bernama Umar (80) dilaporkan menyerahkan pelampungnya kepada cucunya, Naura (13), sesaat sebelum kapal karam. Pengorbanan tersebut berhasil menyelamatkan nyawa Naura, sementara sang kakek hingga kini masih masuk dalam daftar pencarian korban hilang.

“Langsung dievakuasi dan diserahkan oleh tim SAR gabungan ke DVI. Korban ditemukan oleh nelayan di Pulau Bolo,” kata Andi Sultan, Kasi Operasi Basarnas Makassar mengenai satu korban meninggal yang telah teridentifikasi.

Kondisi cuaca di perairan barat Pulau Polassi memang dilaporkan sangat buruk saat kejadian berlangsung. Kerusakan pada pompa air membuat awak kapal tidak mampu mengeluarkan air yang masuk ke badan kapal, sehingga KM Nurul Salsa perlahan tenggelam bersama seluruh muatannya. (KB/*)