PALU,netiz.id — Ketua DPRD Sulawesi Tengah, H. Mohammad Arus Abdul Karim, menjalani tiga agenda penting dalam satu hari secara maraton, Kamis (22/05/25). Agenda diawali dengan menghadiri Dialog Percepatan Musyawarah Kelurahan Khusus Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan (PMKK) yang dirangkaikan dengan Program Makan Bergizi (MBG), dilanjutkan dengan memimpin Rapat Paripurna terkait penetapan Rancangan Awal RPJMD Sulteng 2025–2029, dan ditutup dengan menghadiri peresmian Gedung Bungker serta Pelayanan Radioterapi di RSUD Undata Palu.
Sejak pukul 08.00 WITA, Arus telah tiba di Gelora Bumi Kaktus Palu untuk mengikuti dialog yang dipimpin langsung oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI, H. Yandri Susanto, Acara ini turut dihadiri Wakil Menteri Ir. Ahmad Riza Patria, Gubernur Sulteng H. Anwar Hafid, Wakil Gubernur Dr. Reny A. Lamadjido, serta seluruh kepala daerah, camat, dan kepala desa se-Sulawesi Tengah.
Kepadatan GOR Bumi Kaktus yang dipenuhi unsur Forkopimda dan para kepala OPD menandai antusiasme terhadap program PMKK dan MBG yang diinisiasi pemerintah pusat dan daerah sebagai upaya pemberdayaan ekonomi desa dan peningkatan gizi masyarakat.
Usai menghadiri acara tersebut, Arus langsung bertolak ke Gedung Bidarawasia untuk memimpin Rapat Paripurna DPRD terkait hasil koordinasi dan komunikasi luar daerah, serta penetapan Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sulteng Tahun 2025–2029. Didampingi tiga Wakil Ketua DPRD Aristan, Syarifuddin, dan H. Ambo Dalle rapat ini juga dihadiri Gubernur Anwar Hafid dan Sekprov Dra. Novalina bersama jajaran kepala OPD dan tenaga ahli.
Dalam sidang tersebut, dilakukan penandatanganan nota kesepakatan antara DPRD dan Pemerintah Provinsi Sulteng sebagai langkah awal perencanaan pembangunan lima tahun ke depan.
Agenda padat Ketua DPRD Sulteng ditutup dengan menghadiri peresmian Gedung Bungker dan Pelayanan Radioterapi di RSUD Undata Palu. Gubernur Sulteng mengajak Ketua DPRD dan Komisi IV DPRD untuk menyaksikan langsung layanan terbaru ini, sebagai bagian dari peningkatan fasilitas kesehatan rujukan di Sulawesi Tengah. (KB/*)





