Menu

Mode Gelap

Daerah · 27 Jul 2025

Kelompok Tani Desa Pombalowo Harapkan Peran Pemda Parimo dalam Mendukung dan Meningkatkan Sektor Pertanian


					Kondisi sawah di Desa Pombalowo, Parigi Moutong, yang mengering dan tidak produktif akibat rusaknya sistem irigasi. Warga setempat berharap pemerintah segera turun tangan mengatasi dampak tambang emas ilegal di hulu sungai yang menjadi sumber air pertanian. FOTO: istimewa Perbesar

Kondisi sawah di Desa Pombalowo, Parigi Moutong, yang mengering dan tidak produktif akibat rusaknya sistem irigasi. Warga setempat berharap pemerintah segera turun tangan mengatasi dampak tambang emas ilegal di hulu sungai yang menjadi sumber air pertanian. FOTO: istimewa

PARIGI MOUTONG,netiz.id — Kelompok tani di Pombalowo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, mengharapkan perhatian serius dari pemerintah daerah dalam mendukung dan meningkatkan yang menjadi tumpuan utama perekonomian warga.

Selama ini, upaya penguatan di desa tersebut telah mendapat dari Kabupaten Parigi Moutong dan Pemerintah Desa Pombalowo, di antaranya melalui bantuan pembuatan sumur bor bagi kelompok tani. Namun, kondisi pertanian saat ini tengah menghadapi tantangan besar.

Puluhan hektare sawah di Desa Pombalowo tidak lagi produktif akibat dampak aktivitas emas ilegal di wilayah hulu Sungai Air Panas–Olaya, Desa Kayuboko. Aliran irigasi yang sebelumnya menjadi sumber utama air pertanian kini tercemar lumpur pekat, sehingga sawah milik petani tak bisa digarap selama lebih dari satu tahun terakhir.

“Air irigasi sudah tidak bisa digunakan. Selain kotor, debitnya juga sangat karena tertutup endapan lumpur dari tambang,” ungkap Alsan pada Minggu (27/07/25).

Lanjutnya, Diperkirakan sekitar 50 hektare sawah milik tiga kelompok tani terdampak langsung oleh kondisi ini. Irigasi yang rusak tidak mampu mengaliri seluruh , menyebabkan hasil produksi pertanian menurun drastis bahkan terhenti.

Satu-satunya solusi yang diharapkan warga adalah pemulihan fungsi Sungai Air Panas–Olaya. Namun, hal itu dinilai sulit terwujud jika aktivitas tambang ilegal tidak dihentikan.

Untuk itu kata dia, para petani meminta perhatian dan langkah nyata dari Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dan setempat agar segera turun tangan menyelesaikan permasalahan ini. Mereka berharap ada solusi jangka pendek untuk penyediaan air bersih bagi irigasi, serta langkah tegas untuk menghentikan tambang ilegal yang merusak lingkungan.

“Pertanian adalah sumber hidup kami. Kalau sawah tidak bisa ditanami, bagaimana kami bisa makan?” tutur warga lainnya dengan nada harap. (KB/*)

Artikel ini telah dibaca 34 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

RAPI Wilayah 02 Palu Gerakkan Aksi Peduli Korban Banjir Bandang Sumatera

11 Desember 2025 - 19:09

RAPI 02 Palu

Diskominfosantik Dorong Kualitas Data OPD untuk Pembangunan Berkelanjutan di Sulteng

11 Desember 2025 - 09:21

Kominfo Sulteng

Brida Sulteng dan Untad Ungkap Hasil Riset Kinerja ASN Berbasis BerAKHLAK

11 Desember 2025 - 09:15

Brida Sulteng

Dispusaka Sulteng Terima Bantuan Buku Dwibahasa untuk Anak

11 Desember 2025 - 09:08

Dispusaka Sulteng

Menuju Penegakan Hukum Humanis, Pidana Kerja Sosial Mulai Disiapkan di Sulteng

11 Desember 2025 - 08:58

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Anwar Hafid Tegaskan Pentingnya Sinergi Pemerintah dan PKB dalam Muswil PKB Sulteng

11 Desember 2025 - 08:53

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid
Trending di Daerah