Sabtu, 13 Juni 2026
Daerah  

Kolaborasi JUWITA dan PT Vale: Mendorong Literasi Lingkungan Lewat Jurnalistik

Jurnalis Wanita Indonesia Palu
Para peserta Pelatihan Jurnalistik: Menarasikan Praktik Bisnis Berkelanjutan berpose bersama di area proyek Indonesia Growth Project (IGP) PT Vale Indonesia Tbk di Desa Bahomotefe, Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Selasa (22/07/25). FOTO: istimewa

MOROWALI,netiz.id — PT Vale Indonesia Tbk bersama Jurnalis Wanita Indonesia (JUWITA) mengajak peserta pelatihan jurnalistik untuk melihat langsung praktik bisnis berkelanjutan di proyek Indonesia Growth Project (IGP) Morowali, yang berlokasi di Desa Bahomotefe, Kecamatan Bungku Timur, Selasa (22/07/25).

IGP Morowali merupakan proyek terintegrasi penambangan dan pengolahan nikel yang kini memasuki masa transisi dari tahap konstruksi menuju operasional.

Manager Mine Geology Ore Assessment Bahodopi Project, Sigit Purnomo, menjelaskan bahwa seluruh aktivitas penambangan di proyek tersebut dijalankan dengan mengacu pada prinsip keberlanjutan lingkungan, tanggung jawab sosial terhadap masyarakat, serta keselamatan kerja.

“Kami belum memasuki tahap operasi penuh karena masih dalam masa transisi. Kegiatan operasional baru dimulai sejak 2023, dan hingga kini belum ada lahan yang ditutup karena beberapa area sebelumnya sudah terbuka oleh pihak lain,” jelasnya.

Meski demikian, lanjutnya, PT Vale tetap melakukan rehabilitasi dan penghijauan sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan.

“Walaupun bukan kami yang membuka lahan, kami tetap melakukan penghijauan. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami,” tegas Sigit.

Sebagai bentuk kompensasi lingkungan, PT Vale juga menjalankan program rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) di tiga kabupaten di Sulawesi Tengah setiap kali melakukan pembukaan lahan.

“Langkah ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk mendukung pembangunan berkelanjutan yang sesuai dengan prinsip-prinsip lingkungan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, peserta pelatihan juga diajak mengunjungi Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) 3 di Desa Onepute Jaya, yang dikelola oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Valone Jaya. Di lokasi ini, peserta menyaksikan langsung praktik pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat.

Kunjungan dilanjutkan ke Sekolah Lapang Organik, program binaan PT Vale yang mendorong praktik pertanian sehat dan ramah lingkungan bagi masyarakat sekitar.

PT Vale berharap, melalui kegiatan ini, para jurnalis dapat turut mengampanyekan pentingnya praktik bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan demi kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Ketua JUWITA, Kartini Nainggolan, menambahkan bahwa peserta tak hanya memperoleh pengetahuan teknis jurnalistik, tetapi juga semangat untuk menjadi bagian dari gerakan literasi lingkungan.

“Melalui kunjungan ini, para jurnalis diharapkan menjadi narator yang mampu menyuarakan kisah-kisah tentang reklamasi, konservasi, agroforestry, dan upaya pelestarian lainnya yang kerap luput dari perhatian media arus utama,” ujarnya.

“Dengan tulisan yang baik, berbasis data, dan berpihak pada keberlanjutan, kita bisa membangun pemahaman bersama dan mendorong praktik industri yang lebih bertanggung jawab,” tutup Tini. (KB/*)