Menu

Mode Gelap

Daerah · 19 Jul 2025

Gubernur Sulteng: Jangan Serakah pada Alam, Lindu Harus Tetap Lestari


					Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid bersama rombongan menghadiri Festival Danau Lindu Tahun 2025 di Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi, Jumat (18/07/25). Kedatangan mereka disambut dengan prosesi adat oleh masyarakat setempat. FOTO: istimewa Perbesar

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid bersama rombongan menghadiri Festival Danau Lindu Tahun 2025 di Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi, Jumat (18/07/25). Kedatangan mereka disambut dengan prosesi adat oleh masyarakat setempat. FOTO: istimewa

SIGI,netiz.id — Gubernur Sulawesi Tengah mengajak seluruh untuk menjaga kelestarian alam dan tidak bersikap serakah terhadap lingkungan. Hal itu disampaikannya saat membuka Festival Danau Lindu Tahun di Kecamatan Lindu, , Jumat (18/07/25).

Dalam sambutannya, Anwar mengungkapkan kekaguman terhadap keindahan alam dan kekayaan budaya Lindu yang dinilainya masih sangat alami dan terjaga. Ia menyebut tagline “Lindu Bikin Rindu” sangat tepat, karena wilayah ini jauh dari polusi dan penuh dengan harmoni antara manusia dan alam.

“Alam ini memberi kita kehidupan. Tentu ada timbal balik yang harus kita berikan. Manusia tidak boleh serakah pada alam,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa alam bukan sekadar objek eksploitasi, melainkan sahabat yang harus dihargai dan diperlakukan dengan baik. Menurutnya, jika manusia menjaga alam, maka alam akan menjaga manusia. Namun jika dieksploitasi secara berlebihan, alam bisa menjadi ancaman.

“Kalau kita anggap alam sebagai sahabat, karena mereka juga makhluk Tuhan, maka mereka akan menjaga kita. Tapi kalau tidak bersahabat, mereka bisa jadi musuh. Dan manusia tidak berdaya saat alam melawan,” ujarnya.

Festival Danau Lindu 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen terhadap dan budaya lokal. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan jaringan listrik di serta peresmian dermaga di Desa Anca.

Kehadiran Gubernur dan rombongan disambut secara adat oleh lima desa di Lindu. Prosesi penyambutan diawali tarian Meaju, dilanjutkan dengan sakral Menpantodui sebagai bentuk penghormatan tertinggi kepada tamu . Masyarakat juga menggelar prosesi Mantimbe—penyembelihan kerbau yang diawali dengan Tarian Raego sebagai ungkapan syukur atas kehadiran pemimpin daerah.

Anwar Hafid mengapresiasi masyarakat Lindu yang hidup selaras dengan alam dan menjaga nilai-nilai adat. Ia berharap Lindu dapat menjadi contoh dan laboratorium hidup tentang bagaimana manusia dan alam bisa berjalan berdampingan.

“Lindu ini harus kita jaga bersama. Jangan sampai ada manusia serakah datang dan merusak keindahan yang ada. Kalau kita rawat, Lindu akan tetap lestari dan menjadi warisan untuk anak cucu kita,” pungkasnya. (KB/*)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Komisi IV DPRD Sulteng Pastikan Program 2026 Selaras Kebutuhan Masyarakat

15 Januari 2026 - 14:02

DPRD SULTENG

Gubernur Anwar Hafid Paparkan Hilirisasi Kelapa dan Pariwisata Danau Paisupok ke Bappenas

15 Januari 2026 - 11:31

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Anwar Hafid Dorong Kolaborasi Pemprov Sulteng–ITB untuk Pendidikan, Riset, dan Tata Ruang

15 Januari 2026 - 08:03

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Gubernur Sulteng Jajaki Kerja Sama Strategis dengan ITB, Fokus Beasiswa dan SDM

15 Januari 2026 - 06:25

gubernur sulteng, ANwar Hafid

Inflasi Sulteng Terkendali di Angka 3,31 Persen, TPID Perkuat Stok Pangan Hadapi Idul Fitri 2026

14 Januari 2026 - 19:32

Wagub Sulteng, Reny Lamadjido

Wagub Sulteng Pimpin Rapat TPID, Siapkan Strategi Kendalikan Inflasi Jelang Ramadan

14 Januari 2026 - 19:15

Wagub Sulteng, Reny Lamadjido
Trending di Daerah