Menu

Mode Gelap

Daerah · 24 Jun 2025

Evakuasi Longsor Parimo: Gubernur Sulteng Instruksikan BPBD Bergerak Cepat


					Petugas gabungan melakukan evakuasi korban tanah longsor di Desa Tirtanagaya, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Sabtu (21/06/25) malam. FOTO: istimewa Perbesar

Petugas gabungan melakukan evakuasi korban tanah longsor di Desa Tirtanagaya, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Sabtu (21/06/25) malam. FOTO: istimewa

PARIMO,netiz.id — Gubernur Sulawesi Tengah, Hafid, menginstruksikan Kepala BPBD Sulteng, Akris Fattah Yunus, untuk segera ke lokasi bencana yang terjadi di Tirtanagaya, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu (21/06/25) sore sekitar pukul 17.06 WITA.

Instruksi itu diberikan guna memastikan proses evakuasi berjalan lancar dan logistik untuk tim pencarian serta warga terdampak dapat terpenuhi.

“Instruksi Gubernur adalah untuk memastikan warga yang sudah bisa dievakuasi dengan baik dan kebutuhan logistik di posko terpenuhi,” ujar Kepala BPBD Sulteng, Akris Fattah Yunus.

Setelah menerima perintah langsung dari Gubernur, Akris bersama timnya langsung bergerak ke lokasi bencana pada Senin (23/06/25). Mereka tiba di lokasi sekitar pukul 17.00 WITA dan langsung melakukan koordinasi serta penanganan awal.

Dalam keterangannya, Akris menjelaskan bahwa lokasi bencana merupakan kawasan hutan yang hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki selama lima jam. Para korban merupakan tujuh orang pencari kayu yang mendirikan tempat tinggal darurat di pinggir sungai, tepat di bawah tebing yang longsor akibat hujan deras.

Sampai saat ini, dua jenazah telah ditemukan dalam kondisi membusuk. Satu di antaranya berhasil diidentifikasi bernama Ijal (28), sementara satu jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi menggunakan alat sidik jari oleh tim Polri.

“Jenazah yang ditemukan dalam kondisi memakai sarung, diduga sedang tidur saat kejadian terjadi. Longsor diperkirakan terjadi pada malam hari, Selasa 17 Juni ,” jelas Akris.

Proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, , Polri, BPBD, dan warga setempat. berupa excavator juga sedang dalam perjalanan untuk membantu mempercepat pencarian lima korban lainnya yang diduga masih tertimbun material longsor dan kendaraan truk.

“Kita doakan bersama agar seluruh korban bisa segera ditemukan,” tutur Akris yang juga merupakan mantan Kepala BPBD Donggala.

Sementara itu, dua jenazah yang sudah ditemukan telah dibawa ke posko Desa Tirtanagaya pada pukul 19.55 WITA, dan akan dimakamkan di Desa Anutapura sesuai kesepakatan keluarga.

BPBD juga memastikan bahwa seluruh logistik untuk keperluan tim dan posko telah tersedia berkat dukungan dari Dinas Sosial, Polri, dan sekitar. (KB/*)

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Anwar Hafid Lantik 389 Pejabat Pemprov Sulteng, Tekankan Data, Digitalisasi, dan Prestasi

15 Januari 2026 - 17:01

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Komisi IV DPRD Sulteng Pastikan Program 2026 Selaras Kebutuhan Masyarakat

15 Januari 2026 - 14:02

DPRD SULTENG

Gubernur Anwar Hafid Paparkan Hilirisasi Kelapa dan Pariwisata Danau Paisupok ke Bappenas

15 Januari 2026 - 11:31

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Anwar Hafid Dorong Kolaborasi Pemprov Sulteng–ITB untuk Pendidikan, Riset, dan Tata Ruang

15 Januari 2026 - 08:03

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Gubernur Sulteng Jajaki Kerja Sama Strategis dengan ITB, Fokus Beasiswa dan SDM

15 Januari 2026 - 06:25

gubernur sulteng, ANwar Hafid

Inflasi Sulteng Terkendali di Angka 3,31 Persen, TPID Perkuat Stok Pangan Hadapi Idul Fitri 2026

14 Januari 2026 - 19:32

Wagub Sulteng, Reny Lamadjido
Trending di Daerah