Menu

Mode Gelap

Daerah · 13 Nov 2025

Cegah Stunting, Sulteng Jadi Provinsi Berprestasi Nasional dan Terima DIF Rp5,6 Miliar


					Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, menerima Dana Insentif Fiskal (DIF) sebesar Rp5,6 miliar dari Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming dalam acara Rakornas dan Rakortek Percepatan Penurunan Stunting 2025 di Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Rabu (12/11/25). FOTO: istimewa Perbesar

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, menerima Dana Insentif Fiskal (DIF) sebesar Rp5,6 miliar dari Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming dalam acara Rakornas dan Rakortek Percepatan Penurunan Stunting 2025 di Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Rabu (12/11/25). FOTO: istimewa

,netiz.id — Upaya panjang dan kerja senyap para di pelosok Sulawesi Tengah akhirnya berbuah manis. Pemerintah pusat menganugerahkan Dana Insentif Fiskal (DIF) senilai Rp5,6 miliar kepada Pemerintah Provinsi atas keberhasilannya menurunkan angka stunting secara signifikan sepanjang tahun 2025.

tersebut diserahkan dalam Koordinasi Nasional dan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornas dan Rakortek) Percepatan Penurunan Stunting 2025 yang digelar di Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Rabu (12/11/2025).
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, hadir mewakili Gubernur Dr. H. Hafid untuk menerima langsung penghargaan tersebut dari pemerintah pusat.

kami dalam mempercepat penurunan angka stunting mendapat apresiasi luar biasa dari pemerintah pusat. Tahun ini, Sulawesi Tengah menerima alokasi fiskal sebesar Rp5,6 miliar sebagai bentuk dukungan atas kerja nyata di lapangan,” ujar dr. Reny.

Menurut dr. Reny, keberhasilan tersebut bukan hanya hasil dari kebijakan di tingkat provinsi, tetapi juga merupakan buah dari kerja kolektif antara kader posyandu, bidan , tenaga kesehatan, serta dukungan lintas sektor yang berperan aktif dalam penanganan stunting.

“Keberhasilan ini milik semua pihak. Tanpa kerja keras dan ketulusan para petugas di lapangan, mustahil kita bisa mencapai capaian seperti saat ini,” ungkapnya.

dr. Reny menegaskan, penghargaan tersebut menjadi pemicu semangat baru bagi Sulawesi Tengah untuk terus memperkuat intervensi gizi, meningkatkan edukasi kesehatan keluarga, dan memastikan layanan kesehatan dasar menjangkau seluruh anak di setiap pelosok daerah.

“Terima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan, pemerintah kabupaten/kota, TP-PKK, kader posyandu, dan semua stakeholder yang telah bekerja tanpa kenal lelah. Dedikasi dan sinergi kalian adalah kunci keberhasilan ini,” tuturnya.

Capaian ini menempatkan Sulawesi Tengah sebagai salah satu provinsi dengan progres signifikan dalam percepatan penurunan stunting berdasarkan Keputusan Nomor 330 Tahun 2025, yang menetapkan total alokasi Rp300 miliar untuk penghargaan kinerja daerah.

“Kami akan terus bekerja dengan hati, karena anak yang sehat hari ini adalah investasi bagi masa depan Sulawesi Tengah yang tangguh,” pungkas dr. Reny. (KB/*)

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Business Matching Pabeta Digelar di Palu, 25 UMKM Sulteng Siap Didorong Tembus Pasar Global

7 Desember 2025 - 08:51

Sekprov Sulteng

Ribuan Guru Padati Pantai Matano, HUT ke-80 PGRI Sulteng Berlangsung Meriah

7 Desember 2025 - 08:47

gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Sekda Sulteng Buka Business Matching Pabeta, Dorong UMKM Naik Kelas dan Tembus Pasar Nasional

7 Desember 2025 - 08:43

Novalina

Anwar Hafid Tegaskan Peran Guru Penentu Masa Depan Sulteng di HUT ke-80 PGRI

7 Desember 2025 - 08:36

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Gertam Cabai Dimulai dari Bungku, Siswa Diajak Jadi Garda Terdepan Ketahanan Pangan Sulteng

7 Desember 2025 - 08:32

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Dari Sekolah Kendalikan Inflasi, Gubernur Sulteng Canangkan Gertam Cabai di Morowali

7 Desember 2025 - 08:22

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid
Trending di Daerah