Jumat, 7 Agustus 2026

BMA Sulawesi Tengah Dilantik, Wagub Reny: Adat Mitra Pembangunan

BMA Sulawesi Tengah
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah menyerahkan bendera pataka sebagai simbol pelantikan pengurus Badan Musyawarah Adat (BMA) Provinsi Sulawesi Tengah periode 2026–2031. FOTO: Imron

PALU, NETIZ – Jajaran pengurus Adat (BMA) Provinsi Sulawesi Tengah periode 2026–2031 resmi dilantik di Ruang Sidang Utama DPRD Provinsi Sulawesi Tengah pada Kamis, 6 Agustus 2026. Pelantikan BMA Sulawesi Tengah ini menandai momentum penting dalam memperkuat peran lembaga adat sebagai mitra pemerintah dalam menjaga budaya sekaligus mendukung pembangunan daerah.

Pelantikan BMA Sulawesi Tengah dilakukan langsung oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido. Ia menegaskan bahwa keberadaan BMA tidak hanya berfungsi melestarikan tradisi, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menghadapi tantangan pembangunan modern.

Kepengurusan BMA Sulawesi Tengah periode 2026–2031 dipimpin oleh Dr. Drs. Mulyadin Malik Tandagimpu sebagai Ketua Umum. Prosesi pelantikan ditandai dengan pemasangan tanda jabatan dan penyerahan bendera pataka sebagai simbol dimulainya amanah kepengurusan baru.

Dalam sambutannya, Reny menyampaikan bahwa Sulawesi Tengah memiliki kekayaan budaya yang sangat besar. Kekayaan budaya tersebut meliputi keberagaman suku, bahasa, seni, hingga hukum adat yang harus dijaga keberlangsungannya oleh BMA Sulawesi Tengah dan seluruh .

“Keberadaan Badan Musyawarah Adat bukan sekadar menjaga tradisi, tetapi menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun Sulawesi Tengah yang tetap berpijak pada nilai-nilai budaya dan kearifan lokal,” kata dr. Reny A. Lamadjido, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah.

Menurut , pembangunan yang berkelanjutan harus berjalan beriringan dengan terhadap masyarakat hukum adat. Selain itu, pelestarian bahasa daerah, seni tradisi, serta penguatan persatuan di tengah keberagaman juga menjadi perhatian penting.

Reny juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menghidupkan nilai-nilai luhur seperti Libu, Sintuvu, Nolunu, Nosimpotove, dan Nosipeili. Nilai-nilai ini diharapkan menjadi fondasi untuk membangun karakter generasi muda.

Ia berharap kepengurusan BMA Sulawesi Tengah yang baru mampu menjadi perekat persatuan seluruh suku, etnis, agama, dan budaya di Sulawesi Tengah. BMA juga diharapkan menjadi pelopor pelestarian budaya di tengah arus modernisasi.

Pelantikan turut dihadiri Ketua DPRD Sulawesi Tengah Arus Abdul Karim, Ketua TP-PKK Sulteng Sry Nirwanti Bahasoan, Gubernur Sulawesi Tengah periode 2006–2011 H. Bandjela Paliudju, unsur , kepala perangkat daerah, tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. (KB/*)