Senin, 8 Juni 2026

Pemprov Sulteng Salurkan 25,4 Ton Beras ke Donggala, Bantu Warga Terdampak Banjir

Pemprov Sulteng
Kepala Dinas Pangan Provinsi Sulawesi Tengah Rohani Mastura menyerahkan bantuan cadangan pangan kepada Sekda Donggala Rustam Efendi di ruang kerja Sekda. FOTO: istimewa

DONGGALA,netiz.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Pangan menyalurkan bantuan cadangan pangan berupa 25,4 ton beras kepada masyarakat Kabupaten Donggala yang terdampak bencana banjir.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kepala Dinas Pangan Provinsi Sulawesi Tengah, Rohani Mastura, kepada Sekretaris Daerah Donggala, Rustam Efendi, di ruang kerja Sekda, Selasa (10/03/26).

Penyaluran cadangan pangan ini menjadi langkah cepat Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk membantu masyarakat yang mengalami kerentanan pangan akibat banjir yang melanda sejumlah wilayah Donggala pada awal tahun 2026.

Rohani Mastura menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan yang diajukan oleh Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, guna mengatasi kondisi masyarakat yang terdampak bencana.

Menurutnya, pemerintah provinsi merespons cepat usulan tersebut melalui koordinasi bersama Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah yang sebelumnya melakukan kunjungan dan rapat koordinasi di Kantor Bupati Donggala.

“Bantuan ini diberikan untuk masyarakat yang terdampak banjir di tiga kecamatan. Ini juga merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi yang sebelumnya dilaksanakan bersama Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah,” ujar Rohani.

Ia menambahkan, bantuan beras tersebut diperuntukkan bagi 2.122 jiwa yang tersebar di sembilan desa pada tiga kecamatan terdampak banjir.

Wilayah penerima bantuan meliputi Kecamatan Sindue di Desa Ape Maliko, Kecamatan Tanantovea di Desa Wani dan Wani Lumbupetigo, serta Kecamatan Labuan yang mencakup Desa Labuan Kungguma, Labuan Toposo, Lumbubaka, dan Wombo.

Melalui bantuan cadangan pangan ini, pemerintah berharap kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi sekaligus menjaga stabilitas ketahanan pangan warga pascabencana. (KB/*)