Tennessee,netiz.id– Bek muda fenomenal Spanyol, Pau Cubarsí, mencuri perhatian di Piala Dunia 2026. Pemain berusia 19 tahun ini menjadi pilar utama pertahanan La Roja, mengantar Spanyol melaju ke babak final dengan catatan fantastis dan hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen.
Pau Cubarsí menunjukkan performa luar biasa di lini belakang Spanyol. Selama fase grup Piala Dunia 2026, ia tidak tergantikan, tampil penuh di setiap pertandingan. Akurasi umpan pemain kelahiran 22 Januari 2007 ini mencapai 98,3%, dengan 290 umpan sukses dari total 295 percobaan. Statistik gemilang ini menjadikannya salah satu bek paling efektif di turnamen.
Kontribusinya tak hanya sebatas distribusi bola. Cubarsí juga merupakan tembok kokoh di pertahanan, mencatatkan 16 kali merebut bola dan 9 sapuan krusial. Hebatnya, ia belum sekalipun berhasil dilewati lawan dalam duel individu, termasuk saat berhadapan dengan penyerang top seperti Kylian Mbappé. Ketangguhan Pau Cubarsí menjadi kunci minimnya gol yang bersarang di gawang Spanyol.
Kisah perjalanan Pau Cubarsí menuju puncak gemerlap Piala Dunia 2026 terbilang inspiratif. Ia berasal dari Estanyol, sebuah desa kecil di Girona, Catalonia, yang bahkan tidak memiliki lapangan sepak bola. Dari latar belakang sederhana ini, Cubarsí kini menjelma menjadi pilar utama La Roja, menahan gempuran bintang-bintang top dunia.
Di level klub, Cubarsí juga mencatatkan sejarah bersama FC Barcelona. Ia menjadi pemain termuda kedua yang mencapai 100 penampilan setelah Lamine Yamal. Penampilannya yang tenang dan cerdas di lapangan telah mengundang pujian dari berbagai pihak.
“Monster di lini belakang,” kata Zlatan Ibrahimović, mantan penyerang ternama. Pengamat sepak bola terkemuka Peter Drury juga tak ragu memuji, menilai Cubarsí bermain layaknya bek yang sudah berpengalaman. Berkat performa konsistennya di Piala Dunia 2026, Pau Cubarsí masuk dalam tim terbaik fase grup versi Opta, sejajar dengan nama-nama besar seperti Lionel Messi, Kylian Mbappé, dan Erling Haaland.
Kekuatan utama Pau Cubarsí terletak pada distribusi bola yang akurat, ketenangan dalam tekanan, dan kemampuan memenangkan duel. Ia diprediksi akan menjadi salah satu bek tengah generasi emas Spanyol di masa depan, bersama Lamine Yamal dan Pedri, membentuk tulang punggung tim La Roja untuk bertahun-tahun mendatang. (KB/*)





