Sabtu, 8 Agustus 2026

Pasca Gempa M 6,7, PKS Sulteng Kerahkan Relawan dan Salurkan Bantuan Darurat

PKS SULTENG
Relawan PKS Sulawesi Tengah menyerahkan bantuan darurat berupa selimut kepada penyintas gempa di Kabupaten Sigi. FOTO: Humas PKS Sulteng

SIGI,netiz.id – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bergerak cepat merespons gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah, termasuk , Parigi Moutong, Kota Palu, dan Kabupaten Poso, Selasa ().

Tak lama setelah gempa terjadi, jajaran relawan PKS langsung melakukan koordinasi dan asesmen awal guna mengetahui kondisi riil di lapangan. Langkah cepat tersebut dilakukan atas arahan Sekretaris Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Sulawesi Tengah, Ahmad Aco.

Menurut Ahmad Aco, langkah pertama yang dilakukan adalah berkoordinasi dengan struktur PKS di daerah terdampak untuk memperoleh informasi akurat terkait dampak gempa serta kebutuhan mendesak masyarakat.

“Kami langsung menghubungi Ketua DPD PKS Kabupaten Sigi, Pak Asri. Selain itu, ada personel kepanduan yang berada di wilayah Parigi untuk memantau langsung kondisi di sekitar lokasi episentrum gempa,” ujarnya.

Dari hasil koordinasi awal, diketahui bahwa dampak terparah terjadi di Kabupaten Sigi. Sementara di Kabupaten Parigi Moutong, kondisi relatif terkendali meskipun sempat panik akibat kuatnya guncangan yang dirasakan.

Setelah menerima laporan dari lapangan, relawan PKS yang telah bersiaga segera bergerak menuju wilayah terdampak. Tim kepanduan dari Kota Palu dipimpin langsung oleh Ahmad Aco, sementara tim kepanduan dari Kabupaten Sigi dipimpin Ketua DPD PKS Kabupaten Sigi, Asri.

Setibanya di lokasi, relawan langsung melakukan asesmen untuk mendata kerusakan dan kebutuhan mendesak para penyintas. Berdasarkan laporan sementara, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan bahkan roboh akibat gempa.

Sebagai respons awal, PKS menyalurkan darurat berupa terpal yang dapat digunakan masyarakat sebagai tempat berteduh sementara.

“Kami melakukan asesmen dan mengumpulkan laporan untuk menentukan langkah selanjutnya. Informasi sementara yang kami terima menunjukkan ada beberapa rumah yang roboh. Karena itu, bantuan tahap awal yang kami serahkan kepada penyintas berupa terpal untuk kebutuhan tempat tinggal sementara,” kata Ahmad Aco.

PKS Sulawesi Tengah juga terus melakukan pemantauan perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi.

Sementara itu, berdasarkan data yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa yang mengguncang wilayah Sulawesi Tengah tersebut merupakan gempa bumi tektonik dengan magnitudo 6,7.

Hasil analisis BMKG menunjukkan episentrum gempa berada pada koordinat 1,03 Lintang Selatan dan 120,24 Bujur Timur atau sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu dengan kedalaman 10 kilometer.

BMKG juga mencatat adanya sejumlah gempa susulan (aftershock) yang terjadi setelah gempa utama.

“Hingga pukul 12.17 WITA, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya beberapa gempa susulan dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar lokasi gempa utama,” ungkap Ahmad Aco.

Laporan sementara yang beredar menyebutkan bahwa di Kota Palu terjadi retakan pada Jembatan IV Palu dan beberapa bangunan mengalami kerusakan. Di Kabupaten Sigi, selain kerusakan bangunan, juga terjadi longsor di kawasan Gunung Kamarora yang mengakibatkan saluran air terputus. Sementara itu, di Kabupaten Poso dilaporkan terdapat sejumlah bangunan yang mengalami kerusakan serta akses jalan di wilayah Napu yang terdampak.

PKS Sulawesi Tengah menyatakan akan terus berada di lapangan untuk membantu masyarakat terdampak serta menyiapkan langkah-langkah lanjutan sesuai perkembangan kondisi dan kebutuhan para penyintas gempa.