Rabu, 22 April 2026

Kehadiran Bus Trans Donggala Bantu Tekan Inflasi dan Percepat Aktivitas Ekonomi

Bus Trans Donggala
Bus Trans Donggala saat melintas di Bundaran Gonenggati Donggala. FOTO: netiz.id (akib)

DONGGALA,netiz.id — Kehadiran layanan Bus Trans Donggala sejak Desember 2024 dinilai memberi dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di Kabupaten Donggala, khususnya di wilayah Banawa Bersaudara. Selain mempermudah mobilitas warga, transportasi umum ini juga diyakini mampu membantu menekan laju inflasi di daerah.

Saat dikonfirmasi media ini, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Donggala, Happy Noor Handayani, mengatakan jumlah penumpang Bus Trans Donggala terus mengalami peningkatan sejak mulai beroperasi. Bahkan, tingkat keterisian penumpang atau load factor telah melampaui target yang ditetapkan.

“Untuk angka pastinya saya belum melihat secara detail, tetapi lonjakan penumpang tahun lalu sudah melebihi target. Load factor-nya sudah mencapai sekitar 104 persen,” ujarnya pada Selasa (10/03/26).

Dari data yang dihimpun media ini hingga akhir Februari 2026 pendapatan layanan Bus Trans Donggala tercatat berada di kisaran Rp220 juta. Pemerintah daerah pun optimistis angka tersebut dapat menembus Rp250 juta pada triwulan pertama tahun ini. Kalau dipersentasekan, saat ini sudah berada di sekitar 17 persen dari target yang ditetapkan.

“saya belum melihat angka pastinya, nanti kami infokan Kembali,” ucap mantan kadis perkimtan itu.

Bus Trans Donggala melayani rute Donggala–Palu dan Palu–Donggala, yang menjadi jalur penting bagi mobilitas masyarakat antara kedua daerah tersebut. Kehadiran layanan ini dinilai sangat membantu berbagai kalangan, mulai dari pedagang, mahasiswa hingga pelajar.

Banyak pedagang dari Donggala memanfaatkan transportasi ini untuk beraktivitas di Kota Palu. Selain itu, mahasiswa yang menempuh pendidikan di sejumlah perguruan tinggi di Palu juga terbantu dengan ketersediaan transportasi yang lebih mudah dan terjangkau.

Begitu pula dengan para siswa yang bersekolah di Kota Palu, namun tinggal di wilayah Donggala, kini dapat pulang-pergi dengan lebih aman dan efisien.

Untuk mendukung aksesibilitas masyarakat, tarif yang diberlakukan juga relatif terjangkau. Penumpang umum dikenakan tarif Rp10 ribu, sementara mahasiswa dan pelajar hanya Rp3 ribu.

Saat ini, Bus Trans Donggala melayani sekitar 100 penumpang per hari untuk setiap unit bus yang beroperasi. Dari total armada yang tersedia, empat unit beroperasi setiap hari sementara satu unit lainnya disiapkan sebagai armada cadangan.

Menurut Happy, tujuan utama penyediaan transportasi umum bukan hanya untuk menghasilkan pendapatan daerah, tetapi juga memperlancar pergerakan masyarakat dari satu tempat ke tempat lain dalam menjalankan aktivitas, termasuk kegiatan ekonomi.

“Semakin lancar transportasi, maka semakin lancar pula pergerakan ekonomi dan pembangunan di daerah tersebut. Di situlah muncul efek berganda atau multiplier effect,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa transportasi publik berperan penting dalam menekan inflasi karena membantu memperlancar distribusi manusia dan barang, sehingga tidak terjadi penumpukan produksi di suatu wilayah.

“Jika pergerakan manusia dan barang berjalan lancar, maka harga-harga bisa lebih stabil. Karena itu transportasi tidak hanya menghasilkan PAD, tetapi juga memberi dampak besar bagi perkembangan daerah,” katanya.

Happy menambahkan, manfaat kehadiran transportasi umum seperti Bus Trans Donggala dapat dilihat dari peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat serta perkembangan pembangunan daerah setelah layanan tersebut tersedia. (KB)