Senin, 8 Juni 2026

Bupati Vera Ingatkan Bahaya Stunting bagi Masa Depan Generasi Donggala

Bupati Vera
Bupati Donggala Vera Elena Laruni menyerahkan penghargaan kepada Kecamatan Tanantovea sebagai salah satu kecamatan terbaik dalam upaya penurunan stunting tahun 2025. FOTO: Prokopim Setda Donggala

DONGGALA,netiz.id — Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, mengingatkan bahwa stunting merupakan ancaman serius bagi masa depan generasi muda di Kabupaten Donggala. Ia menegaskan, persoalan stunting tidak hanya menyangkut kesehatan anak, tetapi juga berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.

Hal tersebut disampaikan Bupati Vera saat membuka kegiatan Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Stunting Kabupaten Donggala Tahun 2026, yang digelar Pemerintah Kabupaten Donggala melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), di Ruang Kasiromu Kantor Bupati Donggala, Kamis (12/03/26).

Bupati Vera menegaskan bahwa penanganan stunting harus menjadi perhatian bersama seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat.

“Stunting adalah persoalan masa depan. Jika tidak ditangani secara serius, kualitas generasi kita akan terhambat. Ini merupakan agenda prioritas nasional untuk menyiapkan generasi Indonesia menuju Indonesia Emas 2045, dan kita harus menerjemahkannya dalam aksi nyata di Kabupaten Donggala,” tegasnya.

Ia menjelaskan, target prevalensi stunting di Kabupaten Donggala pada tahun 2026 ditetapkan sebesar 24,3 persen, sementara capaian saat ini masih berada di angka 29,6 persen.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan masih adanya tantangan besar yang harus dihadapi bersama oleh seluruh pemangku kepentingan.

Bupati juga menekankan bahwa penanganan stunting tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui pendekatan terpadu lintas sektor.

“Penanganan stunting harus dilakukan secara komprehensif, mulai dari pelayanan kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi, akses air bersih dan sanitasi, hingga penguatan peran keluarga serta edukasi masyarakat,” jelasnya.

Melalui Pra Musrenbang Tematik Stunting ini, Bupati berharap seluruh pihak dapat memperkuat koordinasi dan memastikan program yang disusun benar-benar menyasar wilayah serta keluarga yang paling membutuhkan.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Donggala juga memberikan penghargaan kepada tiga kecamatan yang dinilai berhasil menekan angka stunting sepanjang tahun 2025, yakni Kecamatan Sojol sebagai terbaik pertama, Kecamatan Sindue Tobata terbaik kedua, dan Kecamatan Tanantovea terbaik ketiga. (KB/*)